Meski masa pendaftaran mahasiswa baru masih bergulir, jumlah mahasiswa baru Fakultas Ilmu KomuAnikasi Universitas Islam Riau sudah mengalami peningkatan dari 36.96% per tanggal 10 Agustus 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa Bidang Kajian Keilmuan Komunikasi masih dinilai memiliki peluang besar dimasyarakat.Potensi ini tentunya menjadi tantangan bagi FIKOM UIR untuk menghadirkan proses dan capaian pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Lewat beberapa kali proses evaluasi, program pembelajaran di FIKOM UIR berbasis Project semakin diperkokoh. Tujuannya Adalah untuk memberikan dan memastikan seluruh mahasiswa FIKOM baik S1 maupun S2 menerima materi pembelajaran yang tersinergi antara teori maupun praktiknya.
Prof. Dr. Anas Puri ST., MT selaku Direktur Direktorat Pengajaran dan Pembelajaran (DPP) UIR menyampaikan bahwa “DPP melihat bahwa implementasi Kurikulum OBE di FIKOM sudah berada pada arah yang sangat positif, karena OBE tidak hanya diterapkan pada aspek dokumen kurikulum dan RPS, tetapi sudah diwujudkan dalam proses pembelajaran melalui pembelajaran berbasis projek serta pemanfaatan sistem LMS CERDAS (Center of E-Learning and Education for Student) sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran digital”.Ke depan, DPP berharap implementasi OBE di FIKOM UIR semakin sistematis, terukur, dan menjadi budaya akademik, dengan memastikan keterkaitan antara CPL, CPMK, proses pembelajaran, asesmen, dan capaian lulusan. Terlebih dengan telah dibukanya Program Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM), momentum ini menjadi semakin strategis untuk membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan pada jenjang S1 dan S2 dengan penguatan pada aspek riset, inovasi, pemecahan masalah, dan pengembangan keilmuan” tambahnya.
Dr. Eko Hero., M.Soc.Sc selaku Dekan FIKOM UIR mengatakan bahwa “Kami tentunya akan selalu menyuguhkan layanan akademik yang terbarukan dengan melakukan inovasi dan penguatan dari kurikulum OBE (Outcome Based Educations) yang Tengah diberlakukan diseluruh kampus di Indonesia. Untuk itu beragam mata kuliah keahlian yang menuntut pelaksanaan kegiatan akademik berbasis projek telah kami sediakan. Dan seluruh projek yang diproduksi oleh mahasiswa akan digelar dipelbagai tempat di luar kampus.”
“Upaya penguatan layanan akademik, kami tentunya tidak hanya dilakukan program Sarjana (S1) saja, tetapi juga di program magister (S2) Ilmu Komunikasi. Apalagi di Program S2 yang akan dijalankan mulai September 2026 ini, kurikulum yang tersaji dapat dipastikan mampu menjawab persoalan komunikasi yang kerap ditemui saat menjalani tugas pada institusinya masing – masing”, tambahnya.



