Komunikasi 17 Mei 2016

Mahasiswa Fikom UIR Menimba Ilmu ke Perusahaan Media

Pekanbaru-Puluhan mahasiswa semester II Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Islam Riau (UIR) berkunjung ke Riau Televisi (RTV), Senin (16/5). Kunjungan ini merupakan bagi dari perkuliahan untuk mata kuliah Dasar-Dasar Industri Media Massa.

Mata kuliah ini diajarkan oleh tiga dosen, yaitu Al Sukri, M.I.Kom, Chelsy Yelchika, MI.Kom dan Eka Fitri Qurniawati, M.I.Kom. Sementara mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah ini terdiri dari enam lokal semester II.

Al Sukri, M.I.Kom, berkata, kuliah langsung di perusahaan media ini sudah dilakukan dalam dua tahun ini. Tujuannya adalah mahasiswa akan mendapatkan materi langsung dari perusahaan media.

“Kunjungan ini sudah tahun kedua berjalan untuk mata kuliah Dasar-Dasar Manajemen Industri Media Massa dan merupakan hasil kesepakatan dosen-dosen pengampu yang menjadikan satu pertemuan materi dari 16 kali pertemuan mata kuliah ini diajarkan langsung oleh pimpinan media. Dengan demikian mahasiswa akan mendapatkan ilmu yang berbeda pula terkait materi kuliah ini,”jelas Al Sukri.

Chelsy Yelchika, menambahkan kunjungan ke media ini akan menjadi keunggulan bagi mata kuliah Dasar-Dasar Manajemen Industri Media. Sebab mahasiswa di kampus mendapatkan materi kuliah yang diajarkan dosen dan melalui kunjungan ke media mahasiswa melihat langsung praktik dari teori-teori yang diajarkan di kampus.

“Kunjungan ini penting, karena mahasiswa akan melihat langsung kondisi lapangan tentang perusahaan media massa. Mereka akan lebih jelas setelah melihat langsung,”katanya.

Ada delapan media massa di Riau yang dikunjungan mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini, seperti Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Mentari, Surat Kabar Haluan Riau, Surat Kabar Inforiau, Kantor Berita ANTARA dan portal berita riauonline serta Riau Televisi.

“Kita segaja memilih media berdasarkan jenisnya, seperti media cetak, media penyiaran dan portal berita. Karena nantinya mahasiswa akan akan mengetahui seperti apa manajemen di perusahaan media cetak, media online dan media penyiaran,”kata Al Sukri.

“Selain itu mereka inikan berkunjung ke media bukan per lokal, tapi kita buat perkelompok. Jadi dalam satu lokal itu semua jenis media tadi dapat giliran, tinggal nanti yang berkunjungan ke masing-masing media membuat laporan dan dipersentasekan depan lokal sehingga yang lainnya juga mengetahui informasi media yang tidak mereka kunjungi,”paparnya.

[ Humas ]